Wahai orang yang melamar bidadari nan cantik dan ingin berhubungan dengannnya di dalam syurga kehidupan yang hakiki.
Seandainya engkau mengakui siapa wanita yang engkau lamar dan engkau pinang,tentulah engkau akan mengorbankan semua milikmu yang berharga untuk mendapatkannya.
Atau seandainya engkau kenal di mana tempatnya, nescaya engkau akan berusaha untuk mendapatkannya sentiasa berada di depan matamu.
Bersegeralah dan bergegaslah dalam perjalananmu dengan segenap upayamu kerana sesungguhnya kesempatanmu untuk mendapatkannya hanyalah sesaat di masa sekarang.
Rindukanlah dan bisikkanlah ke dalam dirimu untuk berhubungan dengannya dan serahkanlah maharnya selama engkau mempunyai kemampuan.
Jadikanlah ibadat puasamu sebagai kekal untuk berjumpa dengannya nanti di hari berhubungan dengannya pada hari berbukamu dari bulan Ramadhan.
Jadikanlah gambaran kecantikannya sebagai motivasimu dan berjalanlah menuju kekasih tanpa menunda-nuda waktumu.
Kalau begitu, dengarkanlah gambaran kecantikan dan kenikmatan berhubungan dengannya dan jadikanlah perbicaraanmu tentang kecantikannnya.
Wahai orang yang bertawaf sekitar Kaabah,keindahan di sekitarnya terdapat Hajar Aswad dan semua rukun.
Dia sentiasa melakukan sainya seputar di Bukit Safa, sedang tempat berlari kecilnya adalah Lembah Muhasir di setiap melaluinya.
Dia bertujuan untuk mendekati tempat untuk berhubungan dengannya di Mina,namun Masjid Khaif menghalangnya dari mendekati.
Oleh kerana itu,engkau lihat dia selalu dalam ihramnya ,mengingatkan tempat tahalulnya masih jauh.
Dia menginginkan tamattu’ ,padahal dia ifrad dengan cintanya tanpa beban mengharapkan kegenapan dari qirannya.
Akhirnya,dia berada di jamrah melayangkan hatinya,demikinalah ibadat yang dilakukannya di setiap tahun.
Orang-orang telah menunaikan ibadatnya dan mereka telah mempersiapkan kenderaannya untuk berangkat ke negeri masing-masing.
Semangat dan tekad yang kuat telah memotivasi mereka untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing kerana merindukan si dia yang cantik jelita.
Dipancangkanlah bagi mereka panji-panji pertemuan sepanjang perjalanannya.
Maka mereka pun menyingsingkan lengan bajunya dan betapa kecewanya orang yang pemalas.
Mereka melihat dari kejauhan khemah-khemah yang menjulang tinggi lagi terang cahaya dan tanda-tandanya.
Maka mereka pun menuju ke khemah-khemah itu merindukan bidadari yang ada di dalamnya, kecantikan mereka tidak pernah pudar.
Mereka selalu menjaga pandangannnya, kecuali hanya pada kekasihnya bebas menatapnya dengan sepuas-puasnya.
Pandangan sang kekasih terpana kagum melihat kecantikan isterinya sehingga pandangan matanya seperti kebingungan.
Ketika dia menyasikan kecantikan isterinya,dia berdedup lalu berkata : Maha Suci Tuhan yang telah menganugerahkan kecantikan dan kebaikan ini.
Pandangan matanya meneguk gelas kecantikannnya, sehingga kau lihat ia bagaikan orang yang mabuk kerana minuman keras.
Benar-benar sempurna kecantikan rupa dan kebaikan akhlaknya ,bak rembulan di malam ke-14.
Matahari seakan-akan beredar pada kecantikan wajahnya dan waktu malam seakan-akan berda di bawah hujung rambutnya yang hitam pekat.
Dia tenggelam dalam kekagumannya kerana kepekatan warna rambutnya bak malam yang gelap dan cahaya rona mukanya bak matahari.
Entah kenapa keduanya dapat dipadukan.
Dia hanya dapat mengatakan :Maha Suci Tuhan yang begitu rapi dalam menciptakan rupa manusia.
Waktu malam tidak dapat mendahului mataharinya sehingga menjadi tenggelam dengan kedatangannya hingga waktu pagi yang berikutnya.
Matahari pun tidak dapat mendahului hingga mengusir malam, melainkan keduanya serentak bagaikan dua saudara kembar.
Masing-masing dari keduanya bagaikan cermin bagi yang lainnya jika keduanya hendak melihat wajah dirinya ,dapat dilakukannnya.
Dia dapat melihat ketampanan wajahnya pada wajah kekasihnya dan kekasih pun dapat melihat kecantikan dirinya dengan jelas.